Menelusuri Fenomena Keberadaan Gajah di Soppeng

oleh -438 views

Fosil Gajah purba di museum Calio

Cendekia News. Soppeng — Kabupaten Soppeng merupakan salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan berjarak 170 km terletak di bagian utara Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan. Untuk mencapainya ada tiga jalur alternatif yang dapat dilalui, salah satunya melalui pengunungan gamping pada formasi tonasa dan formasi camba yang populer sebagai jalur Camba.

Wartawan Cendekia News kali ini mencoba menelusuri keberadaan gajah yang hidup satu juta tahun lampau di Kabupaten Soppeng.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti berkebangsaan Belanda pada tahun 1947 berhasil menemukan beberapa peninggalan dari masa pra sejarah berupa sejumlah peralatan yang terbuat dari batu (flake) dan fosil vertebrata. Penemuan tersebut lokasinya di Kecamatan Lilirilau tepatnya di Calio kampung Berru Kelurahan Ujung Kecamatan Lilirilau, sebelah timur Sungai WalenaE berjarak 15 km arah timur Kota Soppeng. Lokasi ini dikenal dengan Cabenge Culture.

Sungai WalenaE

Informasi Yang sangat mengesankan dari hasil penelitian ini adalah ditemukannya beberapa fosil Stegodom sompeensis (gajah kerdil) berumur 1,2 juta tahun (F. Aziz & E. Edisusanto, 1087) serta beberapa peralatan zaman batu seperti kapak, serpih dan sebagainya.

Menjadi pertanyaan kita semua bagaimana mungkin ada gajah di Soppeng, sementara saat ini kita tidak menemukan seekorpun gajah ada disana bahkan di Sulawesi.

Menurut peristiwa geologi yang terjadi di pulau Sulawesi, berawal ketika masih menyatu dengan Pulau Kalimantan. Sekitar 40 juta tahun yang lampau dengan terbentuknya selat yang dalam yaitu selat makassar. Diketahui selat merupakan salah satu pembatas bagi fauna melakukan migrasi, namun beberapa jenis fauna berhasil menyeberanginya.

Berbagai fosil fauna yang ditemukan di lembah walenaE seperti Celebocherus heekereni (sejenis babi endemik) Archidiskodon celebencis, Stegedon celebencis, dan stegodon pigmi, stegodon sompeensis (sejenis gajah purba) serta fauna air yang diwakili oleh kura kura raksasa, Megalochelys sp.

Para ahli mengatakan jawaban yang paling rasional mengenai fosil gajah di Soppeng (sulawesi) adalah karena satwa ini berenang.
Stegedon diduga berenang menyeberangi bagian sempit selat Makassar dari Kalimantan bagian tenggara ke Sulawesi bagian barat daya.

Dalam kondisi tertekan, gajah mampu berenang sejauh 48 km. Hal ini disebabkan adanya belalai sebagai alat bernafas dan badannya yang besar sehingga dapat mengapung (Gert van den Bergh).

Museum Purba di Calio

Di lokasi penemuan pertama kali fosil gajah purba, kini diabadikan dengan dibangunnya sebuah museum prasejarah Calio yang mengoleksi beberapa fosil gajah seperti rahang, tungkai.

Hingga saat ini para arkeolog masih melakukan penggalian untuk menemukan jejak purba lainnya.

Namun disayangkan belalai gajah purba ini disimpan ditempat terpisah di museum Daerah di wisma Yuliana Watansoppeng, hal ini akan menyebabkan pengunjung tidak memperoleh informasi yang tuntas mengenai gajah purba di satu tempat. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *